Tampilkan postingan dengan label Racing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Racing. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014

Sean Gelael Bersiap Hadapi Seri Formula 3 di Hongaria


Displaying Sean Gelael - Action in Hungaroring.jpg 


BUDAPEST, Hongaria – 25 Mei 2014 - Sean Gelael akan kembali berlaga di Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa di sirkuit Hungaroring, yang terletak di dekat Budapest, ibukota Hongaria, pada tanggal 31 Mei sampai dengan 1 Juni 2014.

Ini adalah pertama kalinya Kejuaraan Formula 3 dilakukan di sirkuit ini, yang juga merupakan tempat diselenggarakannya Hungarian Grand Prix sejak sirkuit ini dibuka pada tahun 1986. Tetapi, Sean bersama dengan pebalap lainnya, sudah pernah melakukan dua hari testing di Hungaroring  sebelum musim pertandingan tahun ini dimulai.

Testing Sean di sana berjalan cukup baik, dan kepercayaan diri Sean yang mengendarai mobil Jagonya Ayam with Carlin Dallara-Volkswagen juga semakin meningkat setelah ia berhasil memperoleh poin pertamanya dalam kejuaraan Formula 3 di sirkuit jalan raya Pau, Perancis, pada seri sebelumnya.

Hungaroring banyak memiliki tikungan dengan kecepatan sedang, jadi secara teknis akan cukup sulit. Sejak dibuka 28 tahun yang lalu, banyak  orang yang  mengatakan bahwa lintasan di sirkuit ini hampir sama dengan sirkuit jalan raya tanpa adanya rumah-rumah disekitarnya.

Dengan suhu musim panas yang akan sangat panas di daerah Eropa bagian tenggara, ditambah dengan kenyataan bahwa para pebalap hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat, menjadikan lintasan di Hungaroring ini menuntut tingkat kebugaran pebalap yang sangat tinggi, tidak terkecuali bagi Sean.

Untungnya, hampir semua pebalap unggulan di Formula 3 memiliki tim khusus untuk urusan kebugaran, termasuk Sean. Para pebalap dari Tim Jagonya Ayam with Carlin, bekerjasama dengan sebuah perusahaan bernama Pro Performance, yang sudah berdiri sejak tahun 2002, dan bertugas untuk meningkatkan kinerja seorang atlit dengan menggunakan ilmu pengetahuan dalam olahraga.
Selama bertahun-tahun, Pro Performance membantu semakin banyak atlit-atlit olahraga  otomotif ,  yang membuktikan bahwa  ilmu pengetahuan memiliki dampak yang besar pada performa seorang atlet.

“Bagi seorang pebalap, hidrasi memiliki pengaruh yang sangat besar apabila berhubungan dengan konsentrasi, terutama pada saat seorang pebalap berusaha melakukan putaran-putaran cepat” jelas Dan Williams dari Pro Performance, yang  membantu Sean. “Kami melakukan latihan fisik bersama dengan para pebalap, kardiovaskular, kekuatan, dan latihan-latihan ini dapat membantu pebalap dalam proses pengambilan keputusan pada saat mereka berada di lintasan”

“Di dunia balap, Formula 3 merupakan saat pertama dimana para pebalap cenderung mulai benar-benar merasakan ketegangan fisik dan kelelahan yang cukup berat, dan banyak pebalap yang benar-benar terkuras energinya setelah menyelesaikan seri sebelumnya di Pau, karena tuntutan konsentrasi yang sangat tinggi. Hungaroring pun tidak jauh berbeda, suhu udara bisa mencapai 30 derajat, yang tentu saja membuat para pebalap harus bekerja keras”

Dan Williams menambahkan, bahwa jadwal fitness Sean dipecah menjadi beberapa bagian besar, tergantung dari kalender pertandingan. Sebagian besar latihan-latihan yang berat sudah dilakukan pada saat musim dingin, saat musim pertandingan belum dimulai, sedangkan pada saat musim pertandingan berjalan, semuanya berdasar pada performa puncak si pebalap pada saat balapan akhir pekan. Akan ada masa istirahat di akhir musim panas, sebelum kembali berlatih keras untuk akhir musim. Bahkan ketika Sean pulang kembali ke Indonesia saat jeda balapan untuk bersekolah, Sean tetap harus melakukan beberapa latihan fisik, dan harus mengikuti program ketat yang sudah diatur.

Menjadi salah seorang pebalap bertubuh tertinggi, Sean harus sangat berhati-hati untuk menjaga berat badannya untuk tidak turun, karena kalau tidak, mobil Sean harus diberikan pemberat untuk mencapai berat minimum sehingga bisa  meningkatkan performa. Semakin ringan berat badan seorang pebalap, maka semakin banyak pemberat yang dibutuhkan.

“Sean harus benar-benar menjaga berat badannya dengan baik” kata Dan. “Dia memiliki kaki yang sangat panjang, jadi kami harus sangat berhati-hati dalam menjalankan program latihannya, karena mungkin bisa membuat Sean lebih rentan terhadap cedera tubuh bagian belakang”

Selama balapan, Dan bertindak lebih sebagai seorang fisioterapis. “Kami melakukan latihan-latihan pemanasan bersama para pebalap, mengaktifkan otot-otot untuk membuat mereka fokus dan siap. Saya meminta Sean untuk melakukan peregangan, karena ia memiliki punggung dan kaki yang panjang, selain itu ada juga pijatan-pijatan untuk melancarkan peredaran darah, dan kadang-kadang ada variasi dengan bertinju dan skipping”.

 “Kami juga menjaga diet dan asupan nutrisi bagi para pebalap, dan seorang pebalap juga dapat berbicara secara pribadi dengan saya, hanya sekedar untuk melegakan pikiran apabila sebuah balapan berjalan buruk”.

Kebugaran adalah sebuah contoh dari keterlibatan para ahli untuk meningkatkan performa dari seorang pebalap.  Anda dapat yakin, bahwa apabila Sean di Hongaria, dapat melakukan sebaik apa yang dilakukannya di Pau, maka Dan Williams akan sama bangganya seperti tim

Darma dan Senna Kembali Rebut Poin Di Shanghai

Displaying Formula Masters China Rd 2 - HJRT & Crew.jpg


SHANGHAI, Cina, 26 Mei 2014 - Dua pebalap muda Indonesia yang tergabung dalam Humpuss Junior Racing Team, Darma Mangkuluhur Hutomo dan Yasuo Senna Iriawan, kembali berhasil meraih poin di seri kedua Formula Master China Series, yang berlangsung akhir pekan kemarin di Shanghai International Circuit, Cina. Darma sukses mendapat poin di race ketiga, setelah berhasil finish di posisi ketujuh, sedangkan Senna secara konsisten, berhasil meraih poin di tiga race yang dipertandingkan.

Saat di sesi kualifikasi pertama, Darma sempat melakukan kesalahan yang membuat mobilnya keluar lintasan, sehingga dia tidak dapat ikut dalam sesi kualifikasi kedua. Akibatnya pada race ketiga, Darma harus start dari posisi paling belakang alias 18. Tetapi dengan kemampuan yang cukup mumpuni, perlahan tapi pasti Darma mampu menyodok ke depan, dan berada di posisi ketujuh pada saat melewati garis finish. Di race pertama, setelah start dari posisi enambelas, sebenarnya Darma sudah berhasil naik sampai posisi 10, namun saat berusaha menyusul pebalap lain di depannya, jalurnya ditutup, sehingga mobilnya melintir, dan harus mundur 3 posisi yang bertahan sampai dengan finish.

Sedangkan Senna, memperlihatkan bahwa dia semakin matang dan mampu bersaing dengan para pebalap yang lebih berpengalaman. Di race pertama dan kedua, Senna berhasil finish di posisi tujuh, sedangkan di race ketiga, Senna menempati posisi sembilan. Sebenarnya di race kedua, Senna start dari posisi enam, dan dia berhasil melakukan start dengan baik, namun Senna memberikan terlalu banyak ruang, sehingga tersusul oleh pebalap lain pada tikungan pertama, dan tertahan di posisi tujuh selama 4 lap. Pada saat kembali berhasil berada di posisi keenam, Senna terlambat melakukan pengereman, sehingga rem terkunci atau biasa dikenal dengan istilah brake locking. Akibatnya, ban di titik terjadinya pengereman menjadi tipis, lalu kemudi menjadi bergetar terutama pada saat menikung. Dengan kondisi seperti ini Senna berusaha tetap bertahan, tetapi akhirnya harus finish di posisi ketujuh.

“Secara umum, tim sangat puas dengan hasil yang diperoleh para pebalapnya” jelas Stanley Iriawan, manager tim Humpuss Junior Racing Team. “Para pebalap kami memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan, mereka mampu bersaing secara ketat dengan para pebalap lain. Sirkuit di Shanghai ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, dan hanya dengan melakukan latihan selama dua hari, hasil yang kami peroleh di sini tentu sangatlah membanggakan. Setelah ini, kami akan segera fokus pada persiapan menjalani seri berikutnya, dan semoga hasil yang diperoleh akan lebih baik lagi”